Rabu, 25 Februari 2015

LAPORAN AKHIR MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 87 TAHUN 2014



LAPORAN AKHIR
MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 87
TAHUN 2014


IAN RONI REZKY RAJA RIO M S
I111 11 336
PETERNAKAN


 


UNIVERSITAS HASANUDDIN
UNIT PELAYANAN TEKNIS (UPT)
KULIAH KERJA NYATA (KKN)


LAPORAN AKHIR
MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 87
TAHUN 2014


IAN RONI REZKY RAJA RIO M S
I111 11 336
PETERNAKAN

30 Agustus 2014
Mengetahui,                                                                         Mengetahui,
Kepala Desa                                                                         Mahasiswa


……………………………                                                    ………………………
Nip.                                                                                         NIM.                           

Supervisor,

…………………………
                                                Nip.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
     Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah kemasyarakatan. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upayanya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa.Selain itu, mahasiswa mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari pendidikan tinggi.
     KKN menjadikan masyarakat sebagai basis pengabdian agar kampus tidak menjadi elitis.Kampus adalah wahana reproduksi pengetahuan harus dapat menjawab perkembangan masyarakat.Ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya adalah manifestasi tri darma perguruan tinggi.KKN berusaha menjembatani aspek teoritis dan aplikatif sebuah ilmu secara bersamaan.
     KKN haruslah dirasakan sebagai pengalaman belajar baru, yang mungkin tidak didapatkan dari ruang kuliah.Dengan selesainya ber-KKN, mahasiswa semestinya mendapat pengetahuan baru dan lebih peka terhadap masalaha yang dihadapi masyarakat.Kemampuan ini menjadi bekal sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya dan menjadi sarjana.
KKN Reguler Universitas Hasanuddin telah memasuki gelombang ke-87 dalam pelaksanaannya tahun ini. Lebih dari 3200 mahasiswa dari berbagai interdisiplin ilmu turut berpartisipasi dalam KKN Reguler Gelombang ini.Terdapat tiga kabupaten yang menjadi daerah tujuan KKN Gelombang 87, yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sengkang.
Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah tujuan dari kegiatan KKN tahun ini. Banyaknya Potensi yang dimiliki oleh kabupaten Bone menjadikan kabupaten ini sangat relevan untuk dijadikan tempat mahasiswa akan melaksanakan KKN.Terdapat dua puluh lima kecamatan yang menjadi tempat mahasiswa akan mengabdi kepada masyarakat. Kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Tanete Riattang Timur, Tanete Riattang Barat, Barebbo, Palakka, Ulaweng, Amali, Tellu Limpoe, Lamuru, Bontocani, Patimpeng, Kahu, Libureng, Dua Boccoe, Tellu Siattingnge, Cenrana, Ajangale, Awangpone, Mare, Tonra, Cina, Sibulue, Ponre, Kajuara, lappariaja dan Bengo. Adapun kami ditempatkan pada Kecamatan Sibulue dengan jumlah mahasiswa sebanyak ±146 orang.
Mahasiswa di Kecamatan Sibulue ini kemudian disebar ke sembilan belas desa dan satukelurahan yang telah dipersiapkan untuk menjadi tempat posko KKN di Kecamatan Sibulue.Adapun kami ditempatkan di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.
1.2 Tujuan
     KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama memberikan pendidikan kepada mahasiswa.Namun demikian, karena mahasiswa hidup secara langsung dengan masyarakat maka realisasinya harus sekaligus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karenanya, KKN memiliki arah yang ganda yaitu: pertama memberikan pendidikan tidak hanya dalam kelas tapi juga pendidikan pelengkap kepada mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan interaksi sosial kemasyarakatan di luar kelas. Kedua membantu masyarakat serta pemerintah melancarkan kegiatan social kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan termasuk pemberdayaan di lokasi masing-masing.
     Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan institusi yang terpisah dari masyarakat. Terjadi keterikatan dan saling ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pada gilirannya akan terasa bahwa peranan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni menjadi lebih nyata.
1.3 Sasaran
     Pada dasarnya KKN memiliki tiga kelompok sasaran, yaitu mahasiswa, masyarakat dan pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Masing-masing akan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan KKN, yaitu :
a.    Mahasiswa
·      Memperdalam pengertian mahsiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungansecara kerjasama antar sektor.
·      Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang pemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.
·      Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
·      Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadapa seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.
·      Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelahaan, perumusan, dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.
·      Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasakan IPTEKS secara interdisipliner atau antar sektor.
·      Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problem solver.
·      Memberikan pengalaman belajar dan bekerja secara fasilitator sekaligus eksekutor pemberdayaan masyarakat sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat.
·      Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan, dan memecahkan masalah secara langsung akan menumbuhkan sifat profesionalisme dan kepedulian social dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggungjawab, maupun rasa kesejawatan.
b.      Masyarakat dan Pemerintah Daerah
·      Masyarakat mendapatkan pemikiran, perkembangan IPTEKS sebagai dasar dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan.
·      Pemerintah dan masyarakat memperoleh cara-cara inovatif yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan, dan melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan.
·      Pemerintah memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
·      Terbentuknya actor pemberdayaan dan pembangunan di dalam masyarakat.
·      Pemerintah dapat memperoleh  input dari mahasiswa dan kampus tentang program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
c.      Perguruan Tinggi
·      Memperoleh umpan-balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan.
·      Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.
·      Melalui KKN, perguruan tinggi dapat menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi nyata yang berguan bagi pengembangan IPTEKS, serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat, sehingga IPTEKS yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.
·      Meningkatkan, memperluas, dan mempeerat kerja sama dengan instansi dan departemen lain melalui kerja sama dari mahasiswa yang melaksanakan KKN. 
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
     Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 87 dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2014 sampai tanggal 2 Agustus 2014, di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.
1.5 Tema
     Tema KKN Gelombang 87 adalah “Pengembangan Keilmuan Sosial dan Budaya Berbasis Kearifan Lokal dan Nasionalisme”.


BAB II
GAMBARAN UMUM
II.1 Kondisi Geografis
     Desa Pakkasalo terletak di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Desa Pakkasalo berjarak 18 km dari ibukota Kabupaten Bone, yaitu Watampone dengan waktu tempuh terdekat sekitar 30 menit, dan berjarak 3 km dari ibukota Kecamatan Sibulue yaitu Maroanging dengan waktu tempuh terdekat sekitar 5 menit. Desa Pakkasalo mempunyai luas 465 Ha. Kondisi geografis Desa Pakkasalo sebagai berikut :
a.    Batas Wilayah
Letak Batas
Desa
Sebelah Utara
Desa Pattiroriolo
Sebelah Selatan
Desa Mallusetasi
Sebelah Barat
Desa Pattirobajo
Sebelah Timur
Desa Pattirosompe
Tabel 1. Batas Wilayah Desa Pakkasalo
Sumber : Profil Desa Pakkasalo
b.   Iklim
                        Iklim Desa Pakkasalo sebagaimana desa-desa lainnya di wilayah Indonesia Timur mempunyai iklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan penghujan.Suhu rata-rata harian 25,30oC.
II.2 Penduduk
     Penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami suatu wilayah.Mereka menetap dan membangun kebudayaan (adat istiadat) sebagai hasil interaksi kehidupan sehari-hari.Dalam pembagiannya, secara umum penduduk dibagi atas penduduk laki-laki dan penduduk perempuan. Berikut disajikan keadaan penduduk beserta agama dan suku dari penduduk Desa Pakkasalo.
a.    Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pakkasalo                  :           1869jiwa
Jumlah Kepala Keluarga                                 :           419  KK
Laki-laki                                                          :           838jiwa
Perempuan                                                       :           1031jiwa
b.   Agama
Seluruh masyarakat desa Pakkasalo beragama Islam.
c.    Suku 
Suku yang mendiami wilayah Desa Pakkasalo adalah suku Bugis.
II.3 Pendidikan
     Di desa Pakkasalo, mayoritas warga pendidikan paling tingginya adalah SMA.Ada beberapa warga juga yang hanya menamatkan bangku sekolahnya cuma sampai tingkat SD dan SMP. Hanya sebagian kecil yang menyandang pendidikan di perguruan tinggi seperti S-1 berkisar 1,5% saja. Berikut ini disajikan data pendidikan penduduk Desa Pakkasalo :
Belum Sekolah                 :           166 Orang
Tamat SD                         :           381 Orang
SLTP                                :           140 Orang
SLTA                               :           115 Orang
Diploma 1                        :           19 Orang
Strata 1                             :           31 Orang
II.4 Mata Pencaharian
Mata Pencarian warga Desa Pakkasalo mayoritas petani, namun sebagian kecil juga sebagai PNS dengan pekerjaan sampingan sebagai petani. Berikut ini adalah mata pencaharian penduduk Desa Pakkasalo :
Jenis Pekerjaan
Jumlah
PNS
23
Pengusaha
18
Nelayan
8
Petani
266
Pertukangan
6
TNI / Polri
4
Perbengkelan
3
Perawat / Bidan
3
Tabel 2. Mata Pencaharian Warga di Desa Pakkasalo
Sumber : Profil Desa Pakkasalo


II.5 Sarana dan Prasarana
a. Sarana dan Prasarana Umum
1)        Kantor Desa                                           :           1 unit
2)        Balai Pertemuan                                     :           1unit
3)        Puskemas Pembantu/Poskesdes :           :           1 unit
4)        Lapangan Sepakbola                              :           1 unit
5)        Pekuburan umun                                    :           3unit
6)        Jaringan Listrik                                      :           PLN
7)        Tugu batas                                             :           4unit
b.        Sarana dan Prasarana Pendidikan
1)      SD Induk                                               :           1 unit
2)      SMP                                                       :           1 unit
c.  Sarana dan Prasarana Keagamaan
1)   Mesjid                                                      :           2 unit
2)   Mushollah                                                :           1 unit
d. Sarana dan Prasarana Olah Raga
1)   Lapangan Volly               :           1 unit
2)   Lapangan Bulu Tangkis   :           1 unit
3)   Lapangan Takraw                        :           1 unit




BAB  III
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
III.1 Identifikasi Masalah
Dalam pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata, terlebih dahulu dilakukan observasi di sekitar lokasi dengan tujuan mengidentifikasi masalah yang terdapat di masyarakat Desa Pakkasalo, Kecamatan sibulue, Kabupaten Bone. Inti observasi yang dilakukan adalah mengenai kondisi geografis dan demografis,kondisi sosial ekonomi, bangunan fisik, budaya masyarakat, permasalahan kesehatan dan pendidikan di masyarakat serta berbagai permasalahan lainnya yang banyak terjadi dalam masyarakat. Disamping itu, dilakukan pula wawancara mendalam (in-depth interview) dengan tokoh-tokoh masyarakat mengenai permasalahan umum yang sering dan tengah dihadapi.
Berdasarkan hasil observasi, identifikasi masalah, dan melihat dasar ilmu pengetahuan, di Desa Pakkasalo. Sehingga dari hasil observasi, mahasiswa menemukan beberapa masalah yang menjadi program kerja yang akan dilaksanakan yaitu:
a.    Bidang Pendidikan
1)      Kurangnya Penerapan IPTEKS ( Ilmu Pengetahuan Teknologi & Sains)
IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sains) menjadi suatu kebutuhan mutlak di era globalisasi seperti sekarang ini. Mereka yang manguasai IPTEKS-lah yang akan menguasai dunia.
Dengan memperhatikan pengetahuan komputer siswa di Desa Pakkasalo yang masih minim akan pemahaman dan penerapan IPTEKS , maka penulis simpulkan perlunya suatu program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
2)        Mengajar Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
Ilmu Matematika yang merupakan ilmu dasar untuk mempelajari ilmu-ilmu lain. Setelah melakukan observasi terhadapa anak-anak di Desa Pakkaslo tampak jelas bahwa mereka sangat mengaami kesulitan dalam melakukan aktifitas berhitung terutama perkalian sementara kegiatan berhitung merupakan jantung dari ilmu matematika.
Dengan memperhatikan kemampuan berhitung siswa(i) di Desa Pakkasalo yang masih minim maka  dapat penulis simpulkan bahwa perlu suatu program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
3)      Pengajaran Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
Kemampuan berbahasa dan pengetahuan akan seni budaya siswa (i) di desa Pakkasalo masih sangat minim terutama bahasa dan seni budaya Jepang. Selain itu, pengetahuan akan seni budaya tradisional pada siswa (i) di desa Pakkasalo sangat minim
Dengan memperhatikan hal tersebut, maka penulis simpulkan perlunya suatu program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
b.      Bidang Sarana dan Prasarana
1)        Tidak Adanya Papan Nama Kepala Keluarga
Setiap rumah tangga belum memliki papan nama kepala keluarga. Sehingga perlu adanya pembuatan papan nama kepala keluarga untuk memudahkan ketika sewaktu- waktu dilakukan pendataan warga dan memudahkan pagi pendatang ketika mencari nama kepala keluarga tertentu.
2)        Tidak adanya marka jalan
Kurangnya penunjuk jalan,papan nama jalan dan kurang jelasnya batas desa  di Desa Pakkasalo. Sehingga perlu dibuat marka jalan untuk memudahkan warga dan para pendatang tentang lokasi-lokasi penting di desa Pakkasalo.
3)        Kurangnya Penerangan Jalan
Kurangnya penerangan jalan di Desa Pakkasalo menjadikan Desa Pakkasalo ketika malam hari seperti kota mati.sehingga perlu adanya penerangan jalan terutama di daerah perbatasan dengan desa-desa tetangga.
c.       Bidang Lingkungan Hidup
1)        Kerja Bakti
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup . Sehingga perlu diadakan penghijauan sekaligus kerja bakti , selain untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan juga sebagai ajang silaturahmi warga dan meningkatkan semangat gotong royong di Desa Pakkasalo.
2)      Penghijauan
Kondisi beberapa jalan dan sarana umum yang tergolong gersang membuat program kerja ini diajukan. Peran serta masyarakat untuk membantu penanaman bibit pohon tentunya sangat penting.Penghijauan lingkungan merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi pemanasan global dan membuat lingkungan tetap sejuk dan nyaman.
3)        Pemasangan Poster
Kurangnya informasi  mengenai isu global di Pakkaalo  tentang hal yang sedang hangat diperbincangkan di seluruh dunia, yaitu Pemanasan Global. Hal ini mengakibatkan kurangnya kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup agar hal-hal  yang dapat memicu proses Pemanasan Global ke kondisi yang lebih parah dapat diminimalkan.
d.      Bidang Olahraga
1)      Lomba Perayaan Kemerdekaan
Olahraga adalah penyalur hobi dan bakat pemuda.Setelah dilakukan survey selama beberapa hari, olahraga yang paling diminati oleh para pemuda di Desa Pakkasalo adalah sepakbola, sepak takraw dan bla voli.Namun tingginya minat dan antusiasme ini tidak di dukung oleh adanya event atau pertandingan.Dirasa penting bahwa hobi dan bakat pemuda dapat disalurkan.          
e.         Bidang Kerohanian
1)      Buka Puasa Bersama
Ramadhan merupakan salah satu momentum untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME.Selain itu juga mempertebal kepedulian dan silaturahmi terhadap sesama.Maka dari itu program Ramadhan perlu untuk di lakukan.
f.       Bidang Peternakan
1)      Sosialisasi Pupuk Cair
Tidak termanfaatkannya limbah (feses) peternakan oleh para petani/peternak sehingga limbah (feses) itu menghasilkan polusi udara. Sehingga penulis merasa perlu mengadakan program untuk memanfaatkan hal tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi pembuatan pupuk cair dengan bahan dasar kotoran sapi.
III.2 Kendala Yang Dihadapi.
Ada beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program kerja KKN Reguler UNHAS Gelombang 87 Desa Pakkasalo , Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.  Kendala-kendala tersebut diantaranya yaitu :
a.      Dana
Dalam pelaksanaan program kerja seperti pada program penyuluhan serta bidang sarana dan prasarana memerlukan cukup banyak memakai dana swadaya / pribadi dari mahasiswa sementara kurang responnya pemerintah dalam rangka memberikan bantuan dana.
b.      Partisipasi Masyarakat
Masyarakat Pakkasalo cukup kompleks dalam mata pencaharian namun mayoritas masyarakatnya masih hidup sebagai petani dan sebagian besar waktu mereka di isi oleh kegiatan disawah atau di kebun yang menyebabkan proses interaksi kami mahasiswa KKN dengan beberapa masyarakat kurang maksimal.


BAB IV
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Setelah melalui observasi lapangan dan perbincangan dengan masyarakat serta berbagai kalangan,berikut rincian Rencana Program Kerja yang telah diseminarkan dalam Seminar Program Kerja Desa KKN Universitas Hasanuddin di Desa Pakkasalo :
a.      Bidang Pendidikan
1)      Sosialisasi Water Rocket
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan dilaksanakan mulai minggu III.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Siswa (i) SMPNegeri 4 Sibulue, Desa     Pakkasalo , Kec. Sibulue, Kab. Bone.
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
2)      Mengajar Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Siswa (i) SMPNegeri 4 Sibulue, Desa     Pakkasalo , Kec. Sibulue, Kab. Bone.
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
3)      Pengajaran Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
   a. Hasil yang dicapai   : 2 kali (60 %).
   b. Pelaksanaan            : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu
   c. Sumber dana           : Lain-lain.
   d. Unsur yang terlibat : Siswa(i) SMPN 4 Sibulue dan anak- anak
disekitar posko.
   e.Realisasi                   : Kurang terlaksana dengan baik.
b.      Bidang Sarana dan Prasarana
1)      Pembuatan Papan Nama Keluarga
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (90%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu
pertama I
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa KKN
e.Realisasi                      :Terlaksana dengan baik.
2)        Pembuatan Marka Jalan
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu V.
c. Sumber dana              : Lain-lain dibantu kepala desa.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
c.       Bidang Lingkungan Hidup
1)      Kerja Bakti
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo.
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
2)      Penghijauan
a. Hasil yang dicapai      : 3 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
3)        Pemasangan Poster
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan siswa(i) SMPN 4
Sibulue
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
d.      Bidang Olahraga
1)      Lomba Perayaan Kemerdekaan
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana              : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
e.       Bidang Kerohanian
a.      Buka Puasa Bersama
a. Hasil yang dicapai      : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan               : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu I.
c. Sumber dana              : Lain-lain dibantu warga.
d. Unsur yang terlibat    : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi                      : Terlaksana dengan baik.
f.          Bidang Peternakan
1)      Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair
a. Hasil yang dicapai        : 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan                  : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu V.
c. Sumber dana                : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat      : Mahasiswa  KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi                        : Terlaksana dengan baik.


BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Adapun setelah melaksanakan kegiatan KKN di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone selama 41 hari dan dilihat dari rencana program kerja yang telah disusun,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1.      Program kerja yang telah direncanakan telah terealisasikan dengan sangat baik, yaitu program dibidang keilmuan.
2.      Adanya penambahan program kerja ketika KKN berjalan, menunjukkan kepedulian, dukungan, dan kerja sama yang baik antar warga masyarakat dengan mahasiswa. Begitu pula dengan adanya perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan oleh mahasiswa akhirnya menyesuaikan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari, merupakan konsekuensi logis dari adanya kerja sama tersebut.
V.2 Saran
Adapun beberapa saran setelah melaksanakan kegiatan KKN selama kurang lebih 41 (empat puluh satu) hari adalah sebagai berikut.
1.    Untuk Mahasiswa KKN yang akan datang, agar lebih berkoordinasi lagi dengan setiap elemen masyarakat dalam observasi, sosialisasi,hingga pelaksanaan program kerja agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan mengena pada kebutuhan masyarakat.
2.    Dalam penempatan mahasiswa di setiap desa,agar didiskusikan dengan baik bersama masing-masing Kepala Desa dan tokoh masyarakat sehingga tepat sasaran pada desa yang benar-benar membutuhkan peran aktif mahasiswa KKN.
3.    Babinsa sebaiknya aktif turun ke setiap dusun/lingkungan di Desa Pakkasalo untuk bersinergi dengan mahasiswa KKN agar terjadi pemerataan informasi dan kerjasama yang baik.
4.    Sebaiknya Pemerintah Desa Pakkasalo agar sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan partisipasi aktif masyarakat.



LAMPIRAN
1.      Nama –Nama Peserta Anggota Posko Pakkasalo
NO
FOTO
IDENDITAS MAHASIWA


1.
KOORDINATOR DESA
HARTONO
A211 11 311
EKONOMI


2.
SEKRETARIS
IAN RONI REZKY
I111 11 336
PETERNAKAN


3.
1.       
BENDAHARA
IGA ESLI SARA
M 111 11 267
KEHUTANAN


4.




ANGGOTA
ILMAWAN SURYAPRADANA
D211 10 281
TEKNIK MESIN


5.       
ANGGOTA
INDAH AYUSTINA
H 121 11 251
MIPA/MATEMATIKA
6.
ANGGOTA
INAR TULADA S R
F911 11 104
SASTRA JEPANG



2.      Galeri Foto Kegiatan
a.      Bidang Pendidikan
1)        Kurangnya Penerapan IPTEKS ( Ilmu Pengetahuan Teknologi & Sains)
Gambar 1. Sosialisasi Water Roket di SMPN 4 Pakksalo Sibulue.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)


2)        Mengajar Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
Gambar 2 . Mengajar Jarimatika di SMPN 4 Pakksalo Sibulue
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
3)      Pengajaran Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
Gambar 3. Pengajaran Seni Tari Tradisional (Tari Padduppa)
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)

b.      Bidang Sarana dan Prasarana
1)      Tidak Adanya Papan Nama Kepala Keluarga
 
Gambar 4. Papan Nama Kepala Keluarga.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
2)        Tidak adanya marka jalan
Gambar 5. Marka Jalan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
c.       Bidang Lingkungan Hidup
1)      Kerja Bakti
. Gambar 6. Kerja Bakti.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
2)      Penghijauan
Gambar 6. Penghijauan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
3)        Pemasangan Poster
 
Gambar 7. Pemasangan Poster.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
g.      Bidang Olahraga
1)      Lomba Perayaan Kemerdekaan
 
Gambar 8. Lomba Perayaan Kemerdekaan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
h.        Bidang Kerohanian
1)      Buka Puasa Bersama
Gambar 9. Buka Puasa Bersama.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
i.        Bidang Peternakan
1)      Sosialisasi Pupuk Cair
Gambar 10. Bidang Peternakan.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
3.      Peta Desa Pakkasalo



Tidak ada komentar:

Posting Komentar