LAPORAN
AKHIR
MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 87
TAHUN 2014
IAN RONI REZKY RAJA RIO M S
I111 11 336
PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
UNIT PELAYANAN TEKNIS (UPT)
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
LAPORAN
AKHIR
MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 87
TAHUN 2014
IAN RONI REZKY RAJA RIO M S
I111 11 336
PETERNAKAN
30 Agustus 2014
Mengetahui, Mengetahui,
Kepala
Desa Mahasiswa
…………………………… ………………………
Nip. NIM.
Supervisor,
…………………………
Nip.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kuliah
Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan
pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan
secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah
kemasyarakatan. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upayanya
meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa.Selain itu, mahasiswa
mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari pendidikan tinggi.
KKN
menjadikan masyarakat sebagai basis pengabdian agar kampus tidak menjadi
elitis.Kampus adalah wahana reproduksi pengetahuan harus dapat menjawab
perkembangan masyarakat.Ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya adalah
manifestasi tri darma perguruan tinggi.KKN berusaha menjembatani aspek teoritis
dan aplikatif sebuah ilmu secara bersamaan.
KKN
haruslah dirasakan sebagai pengalaman belajar baru, yang mungkin tidak
didapatkan dari ruang kuliah.Dengan selesainya ber-KKN, mahasiswa semestinya
mendapat pengetahuan baru dan lebih peka terhadap masalaha yang dihadapi
masyarakat.Kemampuan ini menjadi bekal sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya
dan menjadi sarjana.
KKN
Reguler Universitas Hasanuddin telah memasuki gelombang ke-87 dalam pelaksanaannya tahun ini. Lebih
dari 3200
mahasiswa dari berbagai interdisiplin ilmu turut berpartisipasi dalam KKN
Reguler Gelombang ini.Terdapat tiga
kabupaten yang menjadi daerah tujuan KKN Gelombang 87, yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sengkang.
Kabupaten Bone
menjadi salah satu daerah tujuan dari kegiatan KKN tahun ini. Banyaknya Potensi
yang dimiliki oleh kabupaten Bone
menjadikan kabupaten ini sangat relevan untuk dijadikan tempat mahasiswa akan
melaksanakan
KKN.Terdapat dua puluh lima kecamatan yang menjadi
tempat mahasiswa akan mengabdi kepada masyarakat. Kecamatan tersebut
diantaranya Kecamatan
Tanete Riattang Timur, Tanete Riattang Barat, Barebbo,
Palakka, Ulaweng, Amali, Tellu Limpoe, Lamuru, Bontocani, Patimpeng, Kahu,
Libureng, Dua Boccoe, Tellu Siattingnge, Cenrana, Ajangale, Awangpone, Mare,
Tonra, Cina, Sibulue, Ponre, Kajuara, lappariaja dan Bengo.
Adapun kami ditempatkan pada Kecamatan Sibulue dengan jumlah mahasiswa sebanyak ±146 orang.
Mahasiswa di Kecamatan Sibulue ini kemudian disebar ke sembilan belas desa dan satukelurahan yang telah dipersiapkan untuk menjadi
tempat posko KKN di Kecamatan Sibulue.Adapun kami ditempatkan di Desa
Pakkasalo,
Kecamatan Sibulue,
Kabupaten Bone.
1.2 Tujuan
KKN adalah
program intrakurikuler dengan tujuan utama memberikan pendidikan kepada
mahasiswa.Namun demikian, karena mahasiswa hidup secara langsung dengan
masyarakat maka realisasinya harus sekaligus dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat. Karenanya, KKN memiliki arah yang ganda yaitu: pertama memberikan
pendidikan tidak hanya dalam kelas tapi juga pendidikan pelengkap kepada
mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan interaksi sosial
kemasyarakatan di luar kelas. Kedua membantu masyarakat serta pemerintah
melancarkan kegiatan social kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan termasuk
pemberdayaan di lokasi masing-masing.
Dengan
demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan institusi yang
terpisah dari masyarakat. Terjadi keterikatan dan saling ketergantungan baik
secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pada
gilirannya akan terasa bahwa peranan perguruan tinggi sebagai pusat
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni menjadi lebih nyata.
1.3 Sasaran
Pada dasarnya KKN
memiliki tiga kelompok sasaran, yaitu mahasiswa, masyarakat dan pemerintah
daerah, dan perguruan tinggi. Masing-masing akan mendapatkan manfaat dari
pelaksanaan KKN, yaitu :
a. Mahasiswa
·
Memperdalam pengertian mahsiswa tentang
cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati
adanya ketergantungansecara kerjasama antar sektor.
·
Memperdalam pengertian dan penghayatan
mahasiswa tentang pemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni yang dipelajarinya bagi
pelaksanaan pembangunan.
·
Memperdalam pengertian dan penghayatan
mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan
pembangunan.
·
Memperdalam pengertian dan penghayatan
mahasiswa terhadapa seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan
perkembangan masyarakat.
·
Mendewasakan cara berfikir serta
meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelahaan, perumusan,
dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.
·
Memberikan keterampilan kepada mahasiswa
untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasakan IPTEKS
secara interdisipliner atau antar sektor.
·
Melatih mahasiswa sebagai dinamisator
dan problem solver.
·
Memberikan pengalaman belajar dan
bekerja secara fasilitator sekaligus eksekutor pemberdayaan masyarakat sehingga
terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakat.
·
Melalui pengalaman bekerja dalam
melakukan penelaahan, merumuskan, dan memecahkan masalah secara langsung akan
menumbuhkan sifat profesionalisme dan kepedulian social dalam diri mahasiswa
dalam arti peningkatan keahlian, tanggungjawab, maupun rasa kesejawatan.
b. Masyarakat
dan Pemerintah Daerah
·
Masyarakat mendapatkan pemikiran,
perkembangan IPTEKS sebagai dasar dalam merencanakan dan melaksanakan
pembangunan dan pemberdayaan.
·
Pemerintah dan masyarakat memperoleh
cara-cara inovatif yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan, dan
melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan.
·
Pemerintah memperoleh pengalaman dalam
menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi
aktif dalam pembangunan.
·
Terbentuknya actor pemberdayaan dan
pembangunan di dalam masyarakat.
·
Pemerintah dapat memperoleh input dari mahasiswa dan kampus tentang
program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
c. Perguruan
Tinggi
·
Memperoleh umpan-balik sebagai hasil
pengintegrasian mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah-tengah
masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu
perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan.
·
Memperoleh berbagai kasus yang berharga
yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan
menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.
·
Melalui KKN, perguruan tinggi dapat
menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi nyata yang berguan bagi pengembangan
IPTEKS, serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat, sehingga
IPTEKS yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.
·
Meningkatkan, memperluas, dan mempeerat
kerja sama dengan instansi dan departemen lain melalui kerja sama dari
mahasiswa yang melaksanakan KKN.
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Hasanuddin Gelombang 87 dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2014 sampai tanggal 2
Agustus 2014, di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.
1.5 Tema
Tema KKN Gelombang 87 adalah “Pengembangan
Keilmuan Sosial dan Budaya Berbasis Kearifan Lokal dan Nasionalisme”.
BAB II
GAMBARAN UMUM
II.1 Kondisi Geografis
Desa
Pakkasalo terletak di
Kecamatan Sibulue,
Kabupaten Bone. Desa Pakkasalo berjarak 18 km dari ibukota Kabupaten Bone, yaitu Watampone
dengan waktu tempuh terdekat sekitar 30 menit, dan berjarak 3 km dari ibukota Kecamatan Sibulue yaitu Maroanging dengan waktu tempuh
terdekat sekitar 5 menit.
Desa Pakkasalo
mempunyai luas 465 Ha. Kondisi geografis Desa Pakkasalo sebagai berikut :
a. Batas Wilayah
Letak Batas
|
Desa
|
Sebelah
Utara
|
Desa
Pattiroriolo
|
Sebelah
Selatan
|
Desa
Mallusetasi
|
Sebelah
Barat
|
Desa
Pattirobajo
|
Sebelah
Timur
|
Desa
Pattirosompe
|
Tabel 1. Batas Wilayah Desa Pakkasalo
Sumber : Profil Desa Pakkasalo
b. Iklim
Iklim
Desa Pakkasalo sebagaimana desa-desa lainnya di wilayah Indonesia Timur
mempunyai iklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan penghujan.Suhu
rata-rata harian 25,30oC.
II.2
Penduduk
Penduduk adalah sejumlah orang yang
mendiami suatu wilayah.Mereka menetap dan membangun kebudayaan (adat istiadat)
sebagai hasil interaksi kehidupan sehari-hari.Dalam pembagiannya, secara umum
penduduk dibagi atas penduduk laki-laki dan penduduk perempuan. Berikut
disajikan keadaan penduduk beserta agama dan suku dari penduduk Desa Pakkasalo.
a.
Jumlah
Penduduk
Jumlah penduduk Desa Pakkasalo : 1869jiwa
Jumlah Kepala Keluarga : 419 KK
Laki-laki : 838jiwa
Perempuan : 1031jiwa
b.
Agama
Seluruh
masyarakat desa Pakkasalo beragama Islam.
c.
Suku
Suku
yang mendiami wilayah Desa Pakkasalo adalah suku Bugis.
II.3 Pendidikan
Di
desa Pakkasalo, mayoritas warga pendidikan paling tingginya adalah SMA.Ada
beberapa warga juga yang hanya menamatkan bangku sekolahnya cuma sampai tingkat
SD dan SMP. Hanya sebagian kecil yang menyandang pendidikan di perguruan tinggi
seperti S-1 berkisar 1,5% saja. Berikut ini disajikan data pendidikan penduduk
Desa Pakkasalo :
Belum Sekolah : 166 Orang
Tamat SD : 381 Orang
SLTP : 140 Orang
SLTA : 115 Orang
Diploma 1 : 19 Orang
Strata 1 : 31 Orang
II.4 Mata Pencaharian
Mata
Pencarian warga Desa Pakkasalo mayoritas petani, namun sebagian kecil juga
sebagai PNS dengan pekerjaan sampingan sebagai petani. Berikut
ini adalah mata pencaharian penduduk Desa Pakkasalo :
Jenis Pekerjaan
|
Jumlah
|
PNS
|
23
|
Pengusaha
|
18
|
Nelayan
|
8
|
Petani
|
266
|
Pertukangan
|
6
|
TNI / Polri
|
4
|
Perbengkelan
|
3
|
Perawat / Bidan
|
3
|
Tabel 2. Mata Pencaharian Warga di Desa Pakkasalo
Sumber : Profil Desa Pakkasalo
II.5 Sarana dan Prasarana
a. Sarana dan Prasarana Umum
1)
Kantor Desa : 1 unit
2)
Balai Pertemuan : 1unit
3)
Puskemas Pembantu/Poskesdes : : 1
unit
4)
Lapangan Sepakbola : 1 unit
5)
Pekuburan umun : 3unit
6)
Jaringan Listrik : PLN
7)
Tugu batas : 4unit
b.
Sarana
dan Prasarana Pendidikan
1) SD
Induk : 1
unit
2) SMP :
1
unit
c. Sarana dan Prasarana Keagamaan
1)
Mesjid :
2
unit
2)
Mushollah : 1
unit
d. Sarana dan Prasarana Olah Raga
1) Lapangan
Volly : 1
unit
2) Lapangan
Bulu Tangkis : 1
unit
3) Lapangan
Takraw : 1
unit
BAB
III
IDENTIFIKASI
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
III.1 Identifikasi Masalah
Dalam pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata,
terlebih dahulu dilakukan observasi di sekitar lokasi dengan tujuan
mengidentifikasi masalah yang terdapat di masyarakat Desa Pakkasalo, Kecamatan sibulue, Kabupaten Bone. Inti observasi yang dilakukan adalah mengenai kondisi geografis dan
demografis,kondisi sosial ekonomi, bangunan fisik, budaya masyarakat,
permasalahan kesehatan dan pendidikan di masyarakat serta berbagai permasalahan
lainnya yang banyak terjadi dalam masyarakat. Disamping itu, dilakukan pula
wawancara mendalam (in-depth interview) dengan tokoh-tokoh masyarakat
mengenai permasalahan umum yang sering dan tengah dihadapi.
Berdasarkan hasil observasi, identifikasi masalah, dan melihat dasar ilmu pengetahuan, di
Desa Pakkasalo. Sehingga dari hasil observasi, mahasiswa menemukan beberapa
masalah yang menjadi program kerja yang akan dilaksanakan yaitu:
a. Bidang Pendidikan
1) Kurangnya Penerapan IPTEKS ( Ilmu Pengetahuan
Teknologi & Sains)
IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sains) menjadi
suatu kebutuhan mutlak di era globalisasi seperti sekarang ini. Mereka yang manguasai IPTEKS-lah yang akan menguasai
dunia.
Dengan
memperhatikan pengetahuan komputer siswa di Desa Pakkasalo yang masih minim akan
pemahaman dan penerapan
IPTEKS ,
maka penulis
simpulkan perlunya suatu program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
2)
Mengajar Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
Ilmu
Matematika yang merupakan ilmu dasar untuk mempelajari ilmu-ilmu lain. Setelah melakukan observasi terhadapa
anak-anak di Desa Pakkaslo tampak jelas bahwa mereka sangat mengaami kesulitan
dalam melakukan aktifitas berhitung terutama perkalian sementara kegiatan
berhitung merupakan jantung dari ilmu matematika.
Dengan
memperhatikan kemampuan berhitung
siswa(i) di Desa Pakkasalo yang masih minim maka dapat penulis simpulkan bahwa perlu suatu
program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
3)
Pengajaran
Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
Kemampuan berbahasa dan pengetahuan akan
seni budaya siswa
(i) di desa Pakkasalo masih
sangat minim terutama bahasa
dan seni budaya Jepang. Selain
itu, pengetahuan akan seni
budaya tradisional pada siswa (i) di desa Pakkasalo sangat minim
Dengan
memperhatikan hal tersebut,
maka penulis
simpulkan perlunya suatu program kerja yang mampu menanggulangi masalah tersebut.
b. Bidang Sarana dan Prasarana
1)
Tidak Adanya Papan Nama Kepala Keluarga
Setiap rumah tangga belum memliki papan nama kepala
keluarga. Sehingga perlu adanya pembuatan papan nama kepala keluarga untuk
memudahkan ketika sewaktu- waktu dilakukan pendataan warga dan memudahkan pagi pendatang
ketika mencari nama kepala keluarga tertentu.
2)
Tidak adanya marka jalan
Kurangnya penunjuk jalan,papan nama jalan dan kurang
jelasnya batas desa di Desa Pakkasalo.
Sehingga perlu dibuat marka jalan untuk memudahkan warga dan para pendatang
tentang lokasi-lokasi penting di desa Pakkasalo.
3)
Kurangnya Penerangan Jalan
Kurangnya penerangan jalan di Desa Pakkasalo menjadikan
Desa Pakkasalo ketika malam hari seperti kota mati.sehingga perlu adanya
penerangan jalan terutama di daerah perbatasan dengan desa-desa tetangga.
c. Bidang
Lingkungan Hidup
1)
Kerja Bakti
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga
lingkungan hidup . Sehingga perlu diadakan penghijauan sekaligus kerja bakti ,
selain untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan juga sebagai
ajang silaturahmi warga dan meningkatkan semangat gotong royong di Desa
Pakkasalo.
2)
Penghijauan
Kondisi beberapa jalan dan sarana umum yang tergolong
gersang membuat program kerja ini diajukan. Peran serta masyarakat untuk
membantu penanaman bibit pohon tentunya sangat penting.Penghijauan lingkungan
merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi pemanasan global dan
membuat lingkungan tetap sejuk dan nyaman.
3)
Pemasangan Poster
Kurangnya informasi mengenai isu global di Pakkaalo tentang
hal yang sedang hangat diperbincangkan di seluruh dunia, yaitu Pemanasan
Global. Hal ini mengakibatkan kurangnya kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup
agar hal-hal yang dapat memicu proses Pemanasan Global ke
kondisi yang lebih parah dapat diminimalkan.
d.
Bidang Olahraga
1)
Lomba Perayaan Kemerdekaan
Olahraga
adalah penyalur hobi dan bakat pemuda.Setelah dilakukan survey selama beberapa
hari, olahraga yang paling diminati oleh para pemuda di Desa Pakkasalo adalah sepakbola, sepak takraw dan bla voli.Namun tingginya
minat dan antusiasme ini tidak di dukung oleh adanya event atau
pertandingan.Dirasa penting bahwa hobi dan bakat pemuda dapat disalurkan.
e.
Bidang Kerohanian
1)
Buka Puasa Bersama
Ramadhan
merupakan salah satu momentum untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan YME.Selain itu juga mempertebal kepedulian dan silaturahmi terhadap
sesama.Maka dari itu program Ramadhan perlu untuk di lakukan.
f.
Bidang Peternakan
1) Sosialisasi Pupuk Cair
Tidak termanfaatkannya limbah (feses) peternakan oleh
para petani/peternak sehingga limbah (feses) itu menghasilkan polusi udara.
Sehingga penulis merasa perlu mengadakan program untuk memanfaatkan hal
tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi pembuatan pupuk cair dengan bahan
dasar kotoran sapi.
III.2
Kendala Yang Dihadapi.
Ada beberapa
kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program kerja KKN Reguler UNHAS
Gelombang 87 Desa Pakkasalo , Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Kendala-kendala tersebut diantaranya yaitu :
a. Dana
Dalam
pelaksanaan program kerja seperti pada program penyuluhan serta bidang sarana
dan prasarana memerlukan cukup banyak memakai dana swadaya / pribadi dari
mahasiswa sementara kurang responnya pemerintah dalam rangka memberikan bantuan
dana.
b. Partisipasi Masyarakat
Masyarakat
Pakkasalo cukup kompleks dalam
mata pencaharian namun mayoritas masyarakatnya masih hidup sebagai petani dan
sebagian besar waktu mereka di isi oleh kegiatan disawah atau di kebun yang
menyebabkan proses interaksi kami mahasiswa KKN dengan beberapa masyarakat
kurang maksimal.
BAB IV
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Setelah melalui observasi lapangan dan perbincangan dengan masyarakat
serta berbagai kalangan,berikut rincian Rencana
Program Kerja
yang telah diseminarkan dalam Seminar Program
Kerja Desa KKN Universitas Hasanuddin di Desa Pakkasalo :
a. Bidang Pendidikan
1) Sosialisasi
Water Rocket
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan dilaksanakan mulai minggu III.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Siswa (i) SMPNegeri 4 Sibulue, Desa Pakkasalo , Kec. Sibulue, Kab. Bone.
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
2) Mengajar
Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali (100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Siswa (i) SMPNegeri 4 Sibulue, Desa Pakkasalo , Kec. Sibulue, Kab. Bone.
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
3)
Pengajaran
Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
a. Hasil yang dicapai :
2 kali (60 %).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu
c.
Sumber dana : Lain-lain.
d.
Unsur yang terlibat : Siswa(i) SMPN 4 Sibulue dan anak- anak
disekitar posko.
e.Realisasi : Kurang terlaksana dengan baik.
b. Bidang Sarana dan Prasarana
1) Pembuatan
Papan Nama Keluarga
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali (90%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu
pertama I
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN
e.Realisasi :Terlaksana dengan baik.
2)
Pembuatan Marka Jalan
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu V.
c. Sumber dana : Lain-lain dibantu kepala desa.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
c. Bidang
Lingkungan Hidup
1) Kerja
Bakti
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan warga desa
Pakkasalo.
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
2)
Penghijauan
a. Hasil yang dicapai
: 3 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan
warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
3)
Pemasangan Poster
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan siswa(i) SMPN 4
Sibulue
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
d.
Bidang Olahraga
1)
Lomba Perayaan Kemerdekaan
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu II.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
e.
Bidang Kerohanian
a.
Buka Puasa Bersama
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu I.
c. Sumber dana : Lain-lain dibantu warga.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
f.
Bidang Peternakan
1)
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair
a. Hasil yang dicapai
: 1 kali
(100%).
b. Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan mulai minggu V.
c. Sumber dana : Lain-lain.
d. Unsur yang terlibat : Mahasiswa KKN dan warga desa
Pakkasalo
e.Realisasi : Terlaksana dengan baik.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Adapun setelah melaksanakan kegiatan KKN
di Desa Pakkasalo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone selama 41 hari dan dilihat
dari rencana program kerja yang telah disusun,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1.
Program kerja yang telah direncanakan
telah terealisasikan dengan sangat baik, yaitu program dibidang keilmuan.
2.
Adanya penambahan program kerja ketika KKN berjalan, menunjukkan kepedulian, dukungan, dan kerja sama yang baik antar warga
masyarakat dengan mahasiswa. Begitu pula dengan adanya perubahan jadwal
pelaksanaan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan oleh mahasiswa akhirnya
menyesuaikan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari, merupakan konsekuensi
logis dari adanya kerja sama tersebut.
V.2 Saran
Adapun beberapa saran setelah
melaksanakan kegiatan KKN selama kurang lebih 41 (empat puluh satu) hari adalah sebagai berikut.
1.
Untuk Mahasiswa KKN yang akan datang, agar lebih berkoordinasi lagi dengan
setiap elemen masyarakat dalam
observasi, sosialisasi,hingga pelaksanaan program kerja agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan mengena
pada kebutuhan masyarakat.
2.
Dalam penempatan mahasiswa di setiap desa,agar didiskusikan dengan baik bersama masing-masing Kepala
Desa dan tokoh masyarakat sehingga tepat sasaran pada desa yang benar-benar membutuhkan
peran aktif mahasiswa KKN.
3.
Babinsa sebaiknya aktif turun ke setiap dusun/lingkungan di Desa Pakkasalo untuk bersinergi dengan mahasiswa KKN
agar terjadi pemerataan informasi dan kerjasama yang baik.
4.
Sebaiknya Pemerintah Desa Pakkasalo agar sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan
partisipasi aktif masyarakat.
LAMPIRAN
1.
Nama –Nama Peserta Anggota Posko Pakkasalo
NO
|
FOTO
|
IDENDITAS MAHASIWA
|
1.
|
|
KOORDINATOR DESA
HARTONO
A211 11 311
EKONOMI
|
2.
|
|
SEKRETARIS
IAN RONI REZKY
I111 11 336
PETERNAKAN
|
3.
1.
|
|
BENDAHARA
IGA ESLI SARA
M 111 11 267
KEHUTANAN
|
4.
|
|
ANGGOTA
ILMAWAN SURYAPRADANA
D211 10 281
TEKNIK MESIN
|
5.
|
|
ANGGOTA
INDAH AYUSTINA
H 121 11 251
MIPA/MATEMATIKA
|
6.
|
|
ANGGOTA
INAR TULADA S R
F911 11 104
SASTRA JEPANG
|
2.
Galeri
Foto Kegiatan
a. Bidang Pendidikan
1)
Kurangnya
Penerapan
IPTEKS ( Ilmu Pengetahuan Teknologi & Sains)
Gambar 1. Sosialisasi
Water Roket di SMPN 4 Pakksalo Sibulue.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
2)
Mengajar Metode Jarimatika (Kalkulator Tangan)
Gambar 2 . Mengajar Jarimatika di
SMPN 4 Pakksalo Sibulue
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
3)
Pengajaran
Seni (Tari Tradisional) dan Budaya
Gambar 3. Pengajaran Seni Tari Tradisional (Tari Padduppa)
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
b. Bidang Sarana dan Prasarana
1) Tidak
Adanya Papan Nama Kepala Keluarga
Gambar 4. Papan
Nama Kepala Keluarga.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
2)
Tidak adanya marka jalan
Gambar 5. Marka
Jalan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
c. Bidang
Lingkungan Hidup
1) Kerja
Bakti
. Gambar 6. Kerja Bakti.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
2)
Penghijauan
Gambar 6. Penghijauan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
3)
Pemasangan Poster
Gambar 7. Pemasangan Poster.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
g.
Bidang Olahraga
1)
Lomba Perayaan Kemerdekaan
Gambar 8. Lomba Perayaan Kemerdekaan.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
h.
Bidang Kerohanian
1)
Buka Puasa Bersama
Gambar 9. Buka Puasa Bersama.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok, 2014)
i.
Bidang Peternakan
1)
Sosialisasi
Pupuk Cair
Gambar 10. Bidang Peternakan.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2014)
3.
Peta Desa Pakkasalo