Puji Tuhan.
Apa kabar saudaraku?
Senang sekali rasanya bisa kembali berbagi dengan teman-teman sekalian.
Sungguh Luar biasa penyertaan Tuhan bagi kita semua.
Senang sekali rasanya bisa kembali berbagi dengan teman-teman sekalian.
Sungguh Luar biasa penyertaan Tuhan bagi kita semua.
Kali ini saya rindu berbagi tentang apa yang saya dapatkan setelah membaca buku “ku ingin mendengar suaraMu, Tuhanku” oleh Irwan Halim.
Adapun dalam buku ini memuat banyak pengalaman pribadi penulis, kemudian beberapa hamba Tuhan, seperti Watchman Nee, Larry Lea, Charles Finney, dan masih banyak lagi.
Mendengar suara Tuhan, dalam arti sederhana berarti di dalamnya ada yang namanya kesempatan untuk berbicara.
Maksudnya adalah bahwa terlalu sering kebanyakan dari kita ketika berdoa ataupun melakukan aktivitas sehari-hari tidak memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengijinkan Ia berbicara karena kita terlalu sibuk untuk meminta ataupun kita yang tidak pernah bisa dalam keadaan ‘tenang’ ketika berkomunikasi denganNya.
Maksudnya adalah bahwa terlalu sering kebanyakan dari kita ketika berdoa ataupun melakukan aktivitas sehari-hari tidak memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengijinkan Ia berbicara karena kita terlalu sibuk untuk meminta ataupun kita yang tidak pernah bisa dalam keadaan ‘tenang’ ketika berkomunikasi denganNya.
Mzm 46:11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
1 Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Bagaimana kita bisa mendengarNya? Matikan dahulu ‘volume’ duniawi dari pendengaran kita untuk dapat fokus kepadaNya.
Kita bisa melihat teladan Yesus, dalam berdoa Ia selalu berusaha umtuk dapat benar-benar fokus dengan misalnya berdoa di tempat yang sepi, dan lain sebagainya.
Bahkan kita bisa melihat di Matius 6 mengenai teladan yang Yesus ajarkan.
Suara Tuhan bisa kita dengar lewat membaca FirmanNya, Berdoa, Memuji Tuhan, ataupun cara lainnya yang memang merupakan kedaulatan Tuhan untuk berbicara.
Pertanyaannya apa kita bisa mendengarNya?
Pertanyaannya apa kita bisa mendengarNya?
Dibutuhkan sebuah kepekaan dan hubungan yang erat denganNya untuk hal ini.
Adapun kepekaan ini tentunya harus diasah setiap hari lewat berdoa, memuji Tuhan, membaca Alkitab, dan kegiatan menyukakan hati Tuhan lainnya.
Adapun kepekaan ini tentunya harus diasah setiap hari lewat berdoa, memuji Tuhan, membaca Alkitab, dan kegiatan menyukakan hati Tuhan lainnya.
Matius 5:8 berkata bahwa hanya orang yang suci hatinya yamg dapat melihat Allah, artinya bahwa Tuhan pasti selalu ada dan siap berbicara kepada kita, namun seringkali karena ketidakberesan kitalah sehingga kita sulit untuk melihat dan mendengarkan Dia dalam hidup kita.
Haleluya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar