Minggu, 23 Maret 2014

Kembali Kepada Kasih Yang Semula
Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:2-5
Menjadi pengikut Kristus tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Kita dapat melayani Dia dalam kehidupan kita. Tidak hanya pelayanan di gereja saja, tetapi dalam keluarga, pekerjaan dan di lingkungan kita, kita dapat tetap melayani Tuhan. Ketika kita mengasihi keluarga kita, kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bekerja dengan sungguh-sungguh, maka kita juga ikut melayani Tuhan. Ketika kita bersosialisasi dan membantu sesama kita di lingkungan, maka kita juga ikut melayani Tuhan di sana.
Setiap tindakan dan perilaku kita yang mencerminkan kasih Kristus akan menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Ketika teman kita berada dalam masalah, kita memberikan penghiburan, dorongan dan kata-kata motivasi sehingga dia dapat bangkit kembali dari keterpurukan. Ketika kita menolong orang-orang yang berada dalam kesusahan, mereka mendapatkan kebahagiaan dari pertolongan yang kita berikan. Dan masih banyak lagi hal yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadi saksi Kristus di dalam kehidupan kita.

Tetapi seiring dengan perjalanan kita mengikut Tuhan, semua hal yang awalnya kita lakukan dengan semangat yang menyala-nyala, pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan rutin. Dan bahkan menjadi kebiasaan yang membosankan bagi kita untuk dilakukan. Pada akhirnya kita menjalankan semua pelayanan kita hanya karena formalitas saja, supaya orang melihat bahwa kita masih melayani sesama kita baik di gereja, di kantor, di lingkungan, di keluarga dan lain-lainnya.
Secara fisik kita tetap melakukan apa yang dilihat orang sebagai pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi jauh di dalam hati kita sudah tidak ada lagi semangat, passion dan kerinduan yang dalam untuk menjalankannya. Bahkan kegiatan yang kita lakukan justru menjadi beban berat bagi hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Wahyu 2:4-5
Satu hal yang perlu kita ingat bahwa ketika kita melayani Tuhan dan pekerjaanNya, maka kita harus tetap membawa Kristus hidup di dalam hati kita. Roh di dalam kita harus senantiasa menyala-nyala agar setiap yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Ketika kita melakukannya hanya karena formalitas atau rutinitas biasa saja, maka kita sedang dalam posisi mundur/menjauh dari Tuhan. Oleh karen itu kita harus kembali lagi kepada Tuhan. Kita harus memperbaiki hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kita harus mendekat lagi kepada Tuhan agar kasih Kristus dapat kembali memenuhi hidup kita.
Ingatlah kembali ketika kasih yang mula-mula itu memenuhi hidup kita. Betapa bersemangatnya kita menjalani kehidupan pada masa itu. Betapa antusiasnya kita melayani Tuhan dimanapun kita berada.
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8a
Tuhan senantiasa menunggu kita datang kembali kepada Dia. TanganNya selalu terbuka bagi kita, bahkan dalam kondisi hidup kita yang buruk sekalipun. Mari kembali kepada kasih yang semula itu. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan agar Dia memperbaharui kita dengan kasihNya yang baru. Mintalah agar kasihNya memulihkan dan membasahi hati kita yang mulai kering. Mintalah agar RohNya dapat memenuhi kembali hidup kita dan menyegarkan hidup kita, sehingga kita mendapat semangat yang baru dalam menjalani kehidupan kita.
Begitu banyak jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus dialirkan melalui kehidupan kita. Begitu banyak jiwa juga yang masih berada dalam kegelapan dan butuh akan terang kebenaran Kristus memancar dari hidup kita. Mari kembali kepada kasih Tuhan dan jadikan hidup kita sebagai saksi dan teladan Kristus. Haleluya!
Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
*courtesy of PelitaHidup.com
Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” Wahyu 7:15-17
Tuhan Tak Abaikan Kita Ketika Doa Tak Dijawab
Tanya: Saya diberitahu bahwa doa adalah hal yang pasti – bahwa ketika saya berdoa, Tuhan akan menjawab. Lalu mengapa beberapa doa saya tampaknya tidak pernah dijawab?
Jawab: Setiap dari kita pernah mengalami kekecewaan ketika segalanya tidak bekerja seperti yang kita inginkan, dan jika kita berdoa untuk sesuatu yang tidak kunjung datang juga, kita kecewa – pertama karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, dan kedua karena kelihatannya Tuhan tidak menepati janjiNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bahkan ketika ada alasan logis mengapa sesuatu tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak membuat hal itu terjadi. Padahal jika Dia Tuhan, Dia bisa melakukan apa saja, dan jika Dia mengasihi kita sebanyak yang Alkitab katakan Dia, kenapa Dia tidak melakukannya? Pada saat-saat seperti itu, sangat mudah untuk menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doa kita.
Tentu saja kita tidak boleh mempertanyakan Tuhan dalam keadaan seperti itu, seolah-olah kita lebih tahu dari Dia. Lebih baik kita bertanya kepada Tuhan apakah yang salah dalam langkah kita, agar kita dapat belajar dan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Hal pertama yang harus diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah gagal untuk melakukan apa yang terbaik bagi semua orang yang terlibat, dan Dia tidak pernah mundur dari janji-janji yang telah diberikan pada Alkitab. Sebaliknya, kita sebagai manusia kadang-kadang melakukan kesalahan. Karena Tuhan telah memberi kita kehendak bebas, pilihan yang kita ambil dapat membatasi Tuhan dalam menjawab doa kita.

Ketika kita merasa doa tidak dijawab oleh Tuhan, ada beberapa pertanyaan harus ditanyakan pada diri kita sendiri, yaitu:
  • Apakah permintaan kita termotivasi oleh kasih yang tidak mementingkan diri dan kepedulian terhadap orang lain?
  • Apakah kita percaya dan mengklaim janji-janji dari Firman Tuhan?
  • Apakah kita beriman dan melangkah dengan iman untuk meraih hasil yang diinginkan?
  • Apakah Tuhan tidak dapat melakukan apa yang kita minta karena pilihan orang lain buat?
  • Apakah ini mungkin belum waktunya Tuhan untuk menjawab, atau bukan rencana-Nya bagi kita?
  • Apakah mungkin bahwa jawaban “lain” dari Tuhan akan memberikan hasil lebih baik untuk masa depan?
.
Tuhan Tak Abaikan Kita Ketika Doa Tak Dijawab
Tuhan selalu menjawab doa kita, tetapi tidak selalu segera menjawab atau dalam cara kita inginkan. Terkadang Dia mengatakan ya, kadang-kadang Dia mengatakan tidak, dan kadang-kadang Dia mengatakan tunggu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses terjawabnya sebuah doa, termasuk diri dan situasi kita, Tuhan dan kehendak-Nya, dan situasi dari orang lain yang terlibat.
Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:
Kita tidak dapat mengontrol sepenuhnya hasil yang dapat kita peroleh, orang lain juga tidak mengontrol sepenuhnya, dan Tuhan juga secara khusus membatasi DiriNya untuk tidak mengontrol sepenuhnya (red: ingat, ada kehendak bebas yang Tuhan berikan bagi kita). Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa doa tidak selalu bisa dijawab.
Tetapi jika kondisinya tepat, untuk hasil yang Tuhan tahu itu yang terbaik, Ia pasti akan menjawab. Jadi jangan pernah ragu sedikitpun bahwa Tuhan akan menjawab doa kita. Percaya kepada-Nya dan bersyukurlah atas jawabannya – bahkan ketika kita belum melihat jawabannya!
Yesus Adalah Penolong & Penghibur Yang Setia

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” Mazmur 42:6
Bacaan: 2 Tawarikh 20:1-26
*courtesy of PelitaHidup.com
Seberapa banyak umat Kristen yang senantiasa berada dalam masalah? Tentu semua umat Tuhan akan menghadapi berbagai masalah selama kita masih hidup. Tidak ada satupun yang dapat hidup tanpa melalui masalah.
Yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani dan keluar dari masalah itu? Apakah kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri untuk berusaha keluar dari masalah tersebut? Apakah kita akan menggunakan cara-cara duniawi yang tidak berkenan kepada Tuhan untuk cepat keluar dari masalah tersebut?
Yosafat memberi kita pelajaran yang berharga bagi kita pada saat kita mendapat masalah dan tekanan yang begitu berat. Yosafat mengajarkan kita untuk berharap kepada Tuhan yang merupakan penolong dan penghibur yang setia.
Apa yang dilakukan Yosafat pada saat mendapat masalah yang begitu berat?

1. Cari Tuhan

Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.” 2 Tawarikh 20:3a

Yosafat mendapat serangan dari musuhnya pada saat itu. Dia tahu bahwa musuhnya merupakan lawan yang berat. Dia menjadi sangat ketakutan, tetapi dia mengambil keputusan yang tepat pada saat itu, mencari Tuhan.
Seberapa besar kekuatan yang kita miliki? Seberapa mampu kita mengatasi masalah yang kita hadapi? Ada saat-saat dimana kita tidak dapat mengatasinya dengan tenaga dan kekuatan kita sendiri. Datanglah pada Tuhan, carilah wajahnya. Biarlah mata kita tertuju kepadanya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Jangan tergiur dengan cara-cara duniawi yang memberikan jalan pintas. Mungkin pada awalnya cara-cara seperti itu memberi jalan keluar, tetapi semua hal duniawi hanya akan membawa kita kepada kehancuran.
Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:
Tuhan ingin agar kita datang kepadaNya. Tuhan rindu agar kita mendekat kepadanya. Datanglah pada Yesus, maka Dia akan menolong dan menghibur diri kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
.

2. Mata Tertuju Kepada Tuhan

Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” 2 Tawarikh 20:12b
Musuh yang datang menyerang Yosafat dan bangsanya merupakan laskar yang sangat besar, yang susah untuk dikalahkan. Walau demikian, Yosafat tidak fokus kepada lawannya yang berat itu, tetapi Yosafat belajar untuk memfokuskan dirinya kepada Tuhan. Dia tidak melihat apa yang ada di depan matanya. Dia belajar untuk mengarahkan matanya kepada Tuhan.
Arahkan mata iman kita kepada Yesus. Jangan terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita. Walaupun keadaan tidak berjalan seperti yang kita inginkan, tetap arahkan mata kita kepada Yesus.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11:1
Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” 2 Tawarikh 20:15b
Kita dapat melihat bahwa Tuhan memberikan kemenangan besar kepada Yosafat. Mari belajar untuk percaya kepada Tuhan. Berharaplah kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan jawaban bagi setiap masalah yang kita hadapi.
Di saat tidak ada yang menolong, Yesuslah pengharapan kita. Dia yang menolong dan menghibur kita. Dia adalah Tuhan yang setia, yang tidak akan meninggalkan kita. Dia akan menyertai jalan hidup kita, Dia akan menuntun kita dan memberi kita kekuatan. Dia menghibur kita di saat kita sedih dan berada dalam kesesakan.
Badai kehidupan boleh datang menerpa, tetapi kita tidak boleh takut. Walaupun secara fisik kita tidak melihat perubahan apapun, kita harus belajar beriman bahwa Dia, Yesus, sedang mengulurkan tangannya untuk menolong kita. Dia selalu ada bagi kita. Haleluya!
.
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Mazmur 46:2-4
Refleksi Surgawi
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Mazmur 46:11
Seorang teman menunjukkan foto yang dia ambil di Taman Nasional Shinjuku Gyoen, sebuah taman yang besar di tengah kepadatan kota Tokyo. Foto itu menunjukkan langit biru yang indah dengan sebuah pohon di tengah foto.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika saya puji dia atas keindahan hasil jepretannya, dia menjadi geli. Dia berkata, “Kamu melihatnya secara terbalik. Itu adalah gambar pantulan langit pada danau.
Ketika saya perhatikan dengan seksama, saya menyadari bahwa dia berkata benar. Yang sebelumnya saya pikir adalah pemandangan yang indah merupakan pantulan pada permukaan danau, yang persis seperti cermin. Saya kagum betapa bersih langit dan sekitarnya yang tercermin pada air yang tenang. Hal itu membuat saya merenungkan betapa indahnya jika hidup saya mencerminkan kedamaian dan ketenangan surgawi.
Tuhan mengajarkan saya untuk mengetahui bahwa Dia mengawasi dan memegang kontrol atas hidup kita. Dia berkata, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”

Tetapi ketika ada masalah yang datang menimpa, hal itu dapat mengacaukan kehidupan roh saya dan membuat saya tak berdaya. Orang lain dapat melihat gelombang yang mengacaukan hidup saya, dan bukan pantulan ketenangan surgawi.
Saya tidak dapat menghindari badai kehidupan, tetapi badai tersebut tidak boleh merampas damai sejahtera Allah dalam hidup saya. Saya dapat berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa pencobaan ini tidak akan melebihi dari yang dapat saya tanggung; Tuhan akan senantiasa menyediakan jalan keluar.
Tuhan juga siap, bersedia dan sanggup memberikan kebaikan dari setiap situasi dan keadaan, jika hati saya siap dan saya mengandalkan tuntunan dan pertolongan dari Tuhan.
3 Rahasia Untuk Menjadi Pasangan Yang Harmonis
“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 
dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.” 1 Petrus 3:8-9
*courtesy of PelitaHidup.com
Banyak hal yang diidam-idamkan calon pengantin atas apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka suatu saat. Banyak calon pasangan yang merasa yakin bahwa mereka pasti dapat mengatasi segala masalah yang akan datang menerpa pernikahan mereka. Mereka merasa yakin bahwa mereka telah mengenal satu sama lain dan bahkan sudah tahu keburukan masing-masing. Sehingga mereka yakin akan dapat mengatasi masalah apapun yang akan datang menerpa rumah tangganya.
Tetapi memimpikan pernikahan dan menjalani pernikahan adalah dua hal yang sangat berbeda. Hidup bersama dengan orang yang mempunyai latar belakang berbeda akan memunculkan masalah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Masalah sekecil apapun dapat menjadi masalah besar. Masalah tersebut dapat muncul dari kebiasaan yang berbeda antar pasangan, mulai dari cara menyimpan baju, cara menaruh handuk, cara menggosok gigi, cara mendidik anak, hingga masalah yang lebih rumit lagi seperti masalah keuangan dan lain sebagainya.
Tidak ada yang pernah tahu masalah apa yang akan muncul ketika kita menjalani suatu pernikahan. Semuanya akan terjadi dengan begitu saja tanpa pernah kita sadari.

Tidak sedikit pernikahan yang gagal karena mereka tidak menemukan jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi. Pada akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk berpisah, karena sudah tidak ada lagi kecocokan.
Keputusan untuk berpisah/bercerai tentunya bertentangan dengan Firman Tuhan. Apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Matius 19:6
Berjalan Dalam Kebenaran

“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Mazmur 119:9
Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi pada saat ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap pertumbuhan anak muda. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak muda senantiasa mengikuti perkembangan mode dan tren terbaru, dan berusaha untuk bisa menjadi pusat perhatian dari lingkungannya. Anak-anak muda akan berusaha agar dapat diterima oleh lingkungan pergaulannya, sehingga apapun yang teman-temannya sedang lakukan akan mereka ikuti.
Pengaruh dari pergaulan sangat kuat sekali kepada anak muda. Kecenderungan emosi yang masih labil dan masih dalam kondisi untuk mencari jati diri akan membuat mereka mencoba-coba apa yang mereka lihat dan rasakan. Oleh karena itu anak muda perlu ekstra hati-hati dalam pergaulannya, karena masa depan mereka akan dipengaruhi dari apa yang dilakukan pada masa muda.
Tuhan ingin agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran. Pergaulan memang tetap dibutuhkan, tetapi anak muda harus tetap berada dalam pergaulan yang sehat dan positif.
Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap berjalan dalam kebenaran?

1. “Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu” Mazmur 119:9b
Firman Tuhan adalah perisai dan filter yang paling ampuh bagi anak muda untuk dapat tetap berada dalam pergaulan yang positif. Ketika anak muda tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka iblis akan berusaha mempengaruhi kehidupan anak muda. Segala cara akan dilakukan oleh si jahat agar anak muda dapat terjerumus ke dalam dosa. Pada awalnya si iblis akan menawarkan kenikmatan, tetapi pada akhirnya hidup anak muda akan dihancurkan sehingga masa depan mereka menjadi berantakan.
“Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.” Maz 115:11.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan, maka Tuhan akan menjadi perisai bagi anak muda. Dia akan memberi perlindungan terhadap segala tipu muslihat si iblis. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari akal bulus si iblis. Hanya dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan, maka anak-anak muda dapat tetap aman dalam pergaulan.
Puji Tuhan.
Apa kabar saudaraku?
Senang sekali rasanya bisa kembali berbagi dengan teman-teman sekalian.
Sungguh Luar biasa penyertaan Tuhan bagi kita semua.
Kali ini saya rindu berbagi tentang apa yang saya dapatkan setelah membaca buku “ku ingin mendengar suaraMu, Tuhanku” oleh Irwan Halim.
image
Adapun dalam buku ini memuat banyak pengalaman pribadi penulis, kemudian beberapa hamba Tuhan, seperti Watchman Nee, Larry Lea, Charles Finney, dan masih banyak lagi.
image
Mendengar suara Tuhan, dalam arti sederhana berarti di dalamnya ada yang namanya kesempatan untuk berbicara.
Maksudnya adalah bahwa terlalu sering kebanyakan dari kita ketika berdoa ataupun melakukan aktivitas sehari-hari tidak memberi kesempatan kepada Tuhan untuk mengijinkan Ia berbicara karena kita terlalu sibuk untuk meminta ataupun kita yang tidak pernah bisa dalam keadaan ‘tenang’ ketika berkomunikasi denganNya.
Mzm 46:11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
1 Petrus 4:7  Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
image
Bagaimana kita bisa mendengarNya? Matikan dahulu ‘volume’ duniawi dari pendengaran kita untuk dapat fokus kepadaNya.
Kita bisa melihat teladan Yesus, dalam berdoa Ia selalu berusaha umtuk dapat benar-benar fokus dengan misalnya berdoa di tempat yang sepi, dan lain sebagainya.
Bahkan kita bisa melihat di Matius 6 mengenai teladan yang Yesus ajarkan.
Suara Tuhan bisa kita dengar lewat membaca FirmanNya, Berdoa, Memuji Tuhan, ataupun cara lainnya yang memang merupakan kedaulatan Tuhan untuk berbicara.
Pertanyaannya apa kita bisa mendengarNya?
Dibutuhkan sebuah kepekaan dan hubungan yang erat denganNya untuk hal ini.
Adapun kepekaan ini tentunya harus diasah setiap hari lewat berdoa, memuji Tuhan, membaca Alkitab, dan kegiatan menyukakan hati Tuhan lainnya.
Matius 5:8 berkata bahwa hanya orang yang suci hatinya yamg dapat melihat Allah, artinya bahwa Tuhan pasti selalu ada dan siap berbicara kepada kita, namun seringkali karena ketidakberesan kitalah sehingga kita sulit untuk melihat dan mendengarkan Dia dalam hidup kita.
Haleluya

Kehidupan Rohani Remaja Kristen

Remaja dan Firman Tuhan

Memasuki masa-masa remaja, diperlukan pembekalan yang cukup supaya remaja layan kita tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Pembekalan itu dapat kita peroleh dari Firman Tuhan. Berikut adalah artikel-artikel pilihan yang dapat menolong Anda.
Youth bible.jpeg
  1. Selidikilah Alkitab, Hai Kaum Muda!
    Selagi muda, ayo menyelidiki alkitab! Simak artikel berikut ini untuk lebih jelasnya.
  2. Ujian Alkitab untuk Ribuan Remaja
    Apa sih maksudnya ujian alkitab itu? Klink link berikut supaya tidak penasaran.
  3. Alkitab Remaja
    Simak artikel mengenai alkitab untuk remaja berikut ini.
  4. Pola Hidup Remaja Kristen
    Seperti apa seharusnya pola hidup kita sebagai remaja Kristen? Ini artikelnya.
  5. Alkitab (3)
    Artikel mengenai fungsi alkitab
  6. Firman Tuhan Sebagai Dasar Pertumbuhan
    Firman Tuhan adalah dasar pertumbuhan rohani kita.
  7. Pergolakan Rohani Remaja (II)
    Apa ya masalah-masalah kerohanian di masa remaja kita? Simak audio ini ya.

Pasangan/Cinta

Sangatlah wajar bila remaja lebih tertarik ke topik yang satu ini. Berikut adalah artikel-artikel yang dapat membantu Anda menjelaskan kepada para remaja seputar pasangan dan cinta.
  1. Mengajari Remaja Pacaran
    Ajarilah remaja untuk berpacaran secara sehat dan positif. Artikel berikut mungkin dapat menjadi gambaran/
  2. Standar Kekudusan dalam Berpacaran
    Artikel mengenai standar kekudusan dalam berpacaran.
  3. Like dan Love
    Apa itu suka? Apa itu cinta? Apakah perbedaannya?
  4. Tips: Tentang Pacaran Kristen
    Tip-tip mengenai pacaran Kristen yang sehat.
  5. Pacaran Remaja Kristen
    Satu lagi tentang pacaran Kristen.

Pergaulan Remaja Kristen

Untuk mengantisipasi para remaja terjerumus ke pergaulan yang salah dan merugikan, simak dulu artikel-artikel berikut.
Pergaulan Remaja Kristen
  1. Perspektif Alkitab untuk Kehidupan
    Pandangan alkitab tentang kehidupan.
  2. Pergaulan Remaja Kristen
    Artikel mengenai pergaulan remaja Kristen.
  3. "Pola Hidup Remaja Kristen"
    Informasi mengenai pola hidup remaja Kristen.
  4. Friendships - Prinsip Pergaulan Bagi Remaja
    Apa sajakah prinsip pergaulan remaja? Simak link berikut ini.
  5. Menjadi Remaja Kristen yang Berkarakter
    Tip menjadi remaja Kristen yang berkarakter kuat.

Eksistensi dan Jati Diri Remaja

Para remaja terkadang melakukan hal yang kurang pantas untuk menjaga eksistensinya di masyarakat. Sebagai pembina remaja, kita harus mengarahkan mereka ke "jalur" yang tepat. Artikel-artikel di bawah dapat membantu Anda.

Kumpulan Kisah Nyata Remaja Kristen

Kisah-kisah nyata di bawah ini adalah pengalaman saudara-saudara kita bersama Tuhan. Ada yang akhirnya sukses, namun ada pula yang gagal mempertahankan keyakinan. Simak dan ambil hikmah dari kisah-kisah berikut.

Mereka Bisa Jika Dipercaya

Bacaan: I Timotius 4:11-16

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. - I Timotius 4:12


Saya acungi jempol untuk anak muda ini. Prestasi yang mengagumkan dan luar biasa. Ingin tahu bagaimana seorang anak SMA menjalankan tugas sebagai seorang wali kota? Tengoklah ke Hillsdale, Michigan. Sejak akhir November 2005, Michael Sessions yang baru berusia 18 tahun secara resmi menjadi walikota. Kemenangannya di pilihan wali kota ini menjadi berita fenomenal hingga USA Today sampai BBC News meliputnya. Lebih hebat lagi, dana kampanyenya juga hanya 700 dollar AS atau sekitar 7 juta rupiah. Sessions akan bekerja sebagai wali kota sepulangnya dari belajar di sekolah. Hebat, bukan? *
Ketika membaca berita ini, saya langsung terpikir satu ayat, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” Surat yang ditulis Paulus kepada Timotius ini digenapi dalam kehidupan Michael Sessions.
Jujur saja, sebagai anak muda kita terlalu sering diremehkan. Dicap sebagai orang yang miskin pengalaman, belum tahu banyak, belum mencicipi pahitnya kehidupan dan sudah menjadi stereotipe bahwa anak muda hanya bisa berhura-hura saja. Dengan pandangan umum seperti ini, rasanya sangat mustahil bagi kita untuk mencapai prestasi yang mengagumkan di usia muda kita. Kiranya semua pandangan umum ini tidak mematikan semangat kita, sebaliknya marilah kita mengimani apa yang pernah ditulis oleh Paulus kepada Timotius itu juga digenapi dalam kehidupan kita. Saya sangat berharap bahwa kisah walikota termuda di dunia ini dibaca oleh seorang anak muda untuk membangkitkan semangat mereka.
Lebih bersyukur lagi jika saya sedang berhadapan dengan pembaca yang sudah dewasa. Kiranya tulisan ini bisa membuka wawasan kita bahwa seorang anak muda bisa saja dipakai Tuhan dengan luar biasa, sekaligus menunjukkan prestasi yang mengagumkan. Itu sebabnya jangan buru-buru meremehkan anak kita. Jangan buru-buru menghakimi bahwa anak kita yang masih sangat muda tak akan bisa berbuat apa-apa. Sungguh bijak kalau kita mau menuntun dan membimbing mereka, serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mencapai potensi diri yang maksimal. Percayalah, mereka bisa seandainya dipercaya.
Yakinlah bahwa Tuhan bisa memakai seorang anak muda dengan luar biasa.


(Kwik - Harian Kompas, 30 Des 2005)